ALATIEQ-Komunitas Mahasiswa Sunni Sudan

Photo AlbumPhotosAug 11, 2007
ddd
dThumbnaild
ddd
Wajah Baru Jama'ah Anshar Sunnah Muhammadiyah Sudan
10 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Kebesaran Ilahi...
8 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Sudut-sudut kota Sudan
9 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Sudan dalam gambar
13 Photos

   View All
.
Homeتمهيد (PENGANTAR)Jul 7, 2007
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakatuhu

AHLAN WA SAHLAN WA MARHABAN BIKUM….

Alhamdulillahi Robbil ’Alamin wash shalatu wassalam ’alal mab’uts rahmatan lil ’alamin wa ’ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du :
Kami adalah kumpulan beberapa orang ikhwah kalian para mahasiswa penuntut ilmu syar’i yang meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu syar’i di salah satu negeri kaum muslimin yaitu Sudan. Rihlah (mengadakan perjalanan) untuk menuntut ilmu adalah tradisi para ulama kita sejak dulu bahkan salah seorang nabi yang tergolong ulul ’Azmi Nabi Musa alaihissalam telah mencontohkannya kepada kita sebagaimana yang Allah ’Azza wa Jalla abadikan kisahnya dalam Al Quran di surat Al Kahfi. Walaupun jasad kami jauh dari kampung halaman namun besar keinginan kami untuk tetap menjalin ukhuwah dengan para ikhwah sekalian di Indonesia dan dimana saja yang bisa memanfaatkan situs kami ini. Kehadiran kami di dunia maya ini tentu saja tidaklah karena sekadar taqlid (ikut latah) dengan apa yang dilakukan banyak orang namun kami sangat ingin untuk mengambil manfaat dari para ikhwah sekalian dan juga sedikit membagikan apa yang telah kami ketahui dan dapatkan selama berada di tempat ini.
Situs sederhana ini kami namakan dengan al atieq, nama yang mungkin agak asing di pendengaran sebagian dari kita namun jika kita telusuri lebih jauh maka dia memiliki dasar dari nash-nash syar’i dan perkataan para As Salaf Ash Sholih.
Kata ‘Atiq dalam bahasa Arab memiliki beberapa pengertian diantaranya : sesuatu yang lama, merdeka, mulia dan yang indah (Lihat : Lisanul ’Arab, Al Qamus Al Muhith, Mukhtar Ash Shihah dll)
Ka’bah yang merupakan pusat peribadatan kaum muslimin di seluruh dunia, dalam Al Quran (QS. Al Hajj ayat 29 dan 33) disebut sebagai al bait al ’atiq. Dalam beberapa atsar disebutkan bahwa menurut Umar radhiyallohu anhu dan tokoh tabi’in Mujahid rahimahulloh penamaan Ka’bah sebagai al bait ’atiq karena rumah tersebut merdeka dan dibebaskan dari kekuasaan para pemimpin dan pembesar yang zholim lagi angkuh dan dia hanya milik serta kekuasaan Allah ’Azza wa Jalla semata. Ulama lain menafsirkan al bait al ’atiq sebagai rumah yang tua, Ka’bah dinamakan demikian karena dia merupakan bangunan pertama yang didirikan sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Ali Imran : 96
Adapun penamaan al ’atiq pada situs sederhana ini yang kami maksudkan adalah sinonim dari kata as salaf yang merupakan manhaj pegangan seorang muslim yang ingin merasakan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Jika kita kembalikan al ’atiq ke makna bahasanya maka dia berarti sesuatu yang lama karena manhaj ini bukan produk manusia di zaman ini, manhaj ini lahir seiring dengan lahirnya Islam. Dia juga bisa merdeka karena manhaj ini tidak mengalami tekanan dan campur tangan dari manapun selain Allah ’azza wa Jalla; Zat satu-satunya yang berhak disembah, diikuti dan kita menghinakan diri di hadapan-Nya. Al ’atiq juga bisa bermakna mulia dan indah karena manhaj ini adalah manhaj dalam berislam, Islam adalah agama yang mulia lagi indah siapa yang berpegang tegung padanya akan merasakan hal tersebut dan senantiasa cinta kepada Islam dan manhaj ini.
Lafal al ’atiq telah disebutkan oleh dua sahabat yang mulia Muadz bin Jabal radhiyallohu anhu dan Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu anhu.
Mu’adz bin Jabal pernah menyerukan dalam salah satu khutbah beliau,

(أَيها النَّاس عَليكُم بالعِلْم قَبْلَ أَنْ يُرْفَعَ ، أَلا وإِن رَفْعَهُ ذهابُ أَهْلِه ، وَإياكُمْ وَالبِدَع والتبَدع والتنطع ، وَعَليكُم بأَمْرِكُم العَتيق)


“Wahai sekalian manusia, hendaknya kalian menuntut ilmu sebelum diangkat, ketahuilah bahwa ilmu diangkat dengan wafatnya para ulama. Jauhilah bid’ah, berbuat bid’ah, sikap berlebih-lebihan, dan hendaknya kalian berpegang teguh dengan perkara yang lama” (Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah dalam Al Bida’ wan Nahyu ‘Anha, Abul Fadhl Al Muqri’ dalam Ahadits fi Dzammil kalam wa Ahlihi 3/201)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu ‘anhu menasihatkan,
(اتَبعوا ولا تَبْتَدعوا فَقَدْ كُفيتُم ؛ عَلَيْكُم بالأَمرِ العَتيق)
“Ikutilah sunnah, jangan berbuat bid’ah karena sesungguh telah dicukupkan bagi kalian dan berpegang tegunglah dengan perkara yang lama (maksudnya manhaj yang diajarkan Rasulullah dan para sahabatnya) (Diriwayatkan oleh Imam Darimi dalam sunan beliau, lihat Hajjatun Nabi oleh Al Albani hal 100 dan Al Wajiz fi Manhaj As Salaf hal 154)

Semoga situs sederhana ini bisa menjadi media komunikasi dan saling bernasihat (tanashuh) di antara kita sekaligus untuk menda’wahkan ajaran Islam ini menurut pemahaman generasi awal dari ummat ini. Radhiyaalohu ’anhum ajma’ien. Saran, masukan dan kritikan demi perbaikan situs ini senantiasa kami kami harapkan

Ikhwanukum wa Muhibbukum fillah

.
.
EventTaman-Taman Syurga Sudan
   View All
...
.
..
ReviewReviewsAug 11, 2007
ThumbnailPermohonan Maaf.....
Berhubung karena dekatnya Final/ujian semester maka untuk sementara Kru Al-Atieq mengalihkan konsentrasi untuk meraih nilai yang memuaskan nantinya..
Kami senantiasa mengharapkan do'a ikhwah dan akhwat sekalian, semoga kami... more
Previous reviews:
Aug 9-Pesan Sponsor Al-Atieq
Jul 14-Daurah Syeikhul Islam IV, Jama'ah Anshor Sunnah Al Muhammadiyah-Sudan
Jul 11-Mahasiswa Sunni Sudan
   View All
...
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help